Minggu, 30 Oktober 2016

Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan

10205082-zimmerhandwerk-werkzeuge-collage-h-lzerne-planken-lizenzfreie-bilder

Bahan bangunan yang ramah lingkungan termasuk salah satu hal yang menarik untuk disimak. Terlebih lagi dengan adanya isu global warming dan pencemaran lingkungan yang telah muncul sejak beberapa tahun belakangan. Setelah merebaknya isu global warning, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pun semakin tumbuh. Permintaan terhadap bahan bangunan yang ramah lingkungan juga mengalami peningkatan tren yang cukup signifikan.
Jika dikaitkan dengan bahan bangunan, material ramah lingkungan adalah material yang tidak beracun, tidak memproduksi zat-zat berbahaya saat proses pembuatannya, dan mudah terurai secara alami. Dengan menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, kita turut menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi efek global warming. Berikut beberapa bahan bangunan ramah lingkungan yang dapat dijadikan rekomendasi:

  1. Genteng Sejuk
Bahan ini merupakan salah satu inovasi bahan bangunan yang memanfaatkan campuran semen, pasir, dan ijuk untuk menghasilkan material bangunan yang ramah lingkungan. Karena bahan utamanya berasal dari bahan-bahan yang tersedia di alam, genteng jenis ini dapat memberikan sensasi yang terasa sejuk.
Saat ini genteng sejuk memang masih belum banyak diadopsi dalam pembangunan. Meski demikian, kehadirannya mampu menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin membangun rumah impian tanpa harus merusak alam.
  1. Panel Sekam Padi
Panel ini juga merupakan inovasi yang memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di alam sebagai bahan utama pembuatannya. Sesuai dengan namanya, panel ini terbuat dari limbah pertanian, khususnya sekam padi yang biasanya hanya dibuang atau dibakar setelah masa panen berakhir.
Banyak manfaat yang dimiliki oleh material ini. Salah satu diantaranya adalah sebagai dinding partisi dan langit-langit rumah. Karena terbuat dari bahan ramah lingkungan, bahan bangunan ini juga tidak merusak lingkungan.

  1. Permeable Ceramic Paving atau PCP
Inovasi bahan bangunan ramah lingkungan ini memiliki kemampuan yang cukup unik, yakni dapat menjadi bahan resapan air yang baik guna menambah cadangan air bawah tanah. Karena sifatnya yang mampu menyerap air, jenis keramik ini juga cocok untuk sistem drainase, khususnya di wilayah perkotaan.
Setidanya ada 3 jenis bahan yang digunakan untuk membuat keramik ramah lingkungan yang satu ini. Ketiga bahan tersebut meliputi bahan agregat, bahan pengikat, dan bahan pelebur.

  1. Bambu
Bahan bangunan yang ramah lingkungan tak hanya berasal dari produk-produk inovasi semata. Beberapa produk mentah yang biasa ditemukan di alam juga dapat menjadi bahan bangunan ramah lingkungan. Tak hanya ramah lingkungan, bahan-bahan ini juga mudah ditemukan. Bambu adalah salah satu contohnya. Bahan yang satu ini dapat diaplikasikan untuk banyak hal mulai dari dinding, rangka atap, lantai parket, talang air, pagar, plafon, hingga tiang. Material ini juga banyak digunakan untuk bahan furniture. Selain itu, bambu juga cukup mudah dibudidayakan.

  1. Batu Bata
Material bangunan yang banyak digunakan untuk membangun rumah ini ternyata juga masuk dalam jajaran bahan bangunan ramah lingkungan. Proses pembuatannya juga tidak banyak mengeksploitasi alam. Selain itu, batu bata juga dapat menyerap hawa panas. Itulah kenapa rumah yang dibangun dengan batu bata umumnya terasa cukup dingin, terlebih jika susunan batu batanya tidak dipelur.
  1. Geopolimer
Bahan bangunan yang satu ini memiliki karakter yang serupa dengan semen dan terbentuk dari campuran bahan non organik yang dipolimerisasi. Geopolimer juga mampu mengurangi emisi gas rumah kaca. Dari segi kekuatan, tak ada yang perlu diragukan lagi dari material jenis ini. Daya tahan geopolimer bahkan lebih tinggi daripada semen. Dengan semua keunggulan yang dimiliki oleh bahan bangunan ramah lingkungan ini, geopolimer bisa menjadi pilihan untuk membangun rumah ramah lingkungan.
Rumah yang ramah lingkungan dapat dibangun oleh siapa saja. Meski terkesan mahal di awal, efek jangka panjangnya akan jauh lebih menguntungkan. Semoga rekomendasi bahan bangunan ramah lingkungan ini bermanfaat J

sumber: link://

Tidak ada komentar:

Posting Komentar