Bahan bangunan yang ramah lingkungan termasuk salah satu hal yang menarik untuk disimak. Terlebih lagi dengan adanya isu
global warming
dan pencemaran lingkungan yang telah muncul sejak beberapa tahun
belakangan. Setelah merebaknya isu global warning, kepedulian masyarakat
terhadap lingkungan pun semakin tumbuh. Permintaan terhadap bahan
bangunan yang ramah lingkungan juga mengalami peningkatan tren yang
cukup signifikan.
Jika dikaitkan dengan bahan bangunan, material ramah lingkungan
adalah material yang tidak beracun, tidak memproduksi zat-zat berbahaya
saat proses pembuatannya, dan mudah terurai secara alami. Dengan
menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, kita turut menjaga
kelestarian lingkungan serta mengurangi efek global warming. Berikut
beberapa bahan bangunan ramah lingkungan yang dapat dijadikan
rekomendasi:
- Genteng Sejuk
Bahan ini merupakan salah satu inovasi bahan bangunan yang
memanfaatkan campuran semen, pasir, dan ijuk untuk menghasilkan material
bangunan yang ramah lingkungan. Karena bahan utamanya berasal dari
bahan-bahan yang tersedia di alam, genteng jenis ini dapat memberikan
sensasi yang terasa sejuk.
Saat ini genteng sejuk memang masih belum banyak diadopsi dalam
pembangunan. Meski demikian, kehadirannya mampu menjadi pertimbangan
bagi masyarakat yang ingin membangun rumah impian tanpa harus merusak
alam.
- Panel Sekam Padi
Panel ini juga merupakan inovasi yang memanfaatkan bahan-bahan yang
mudah ditemukan di alam sebagai bahan utama pembuatannya. Sesuai dengan
namanya, panel ini terbuat dari limbah pertanian, khususnya sekam padi
yang biasanya hanya dibuang atau dibakar setelah masa panen berakhir.
Banyak manfaat yang dimiliki oleh material ini. Salah satu
diantaranya adalah sebagai dinding partisi dan langit-langit rumah.
Karena terbuat dari bahan ramah lingkungan, bahan bangunan ini juga
tidak merusak lingkungan.
- Permeable Ceramic Paving atau PCP
Inovasi bahan bangunan ramah lingkungan ini memiliki kemampuan yang
cukup unik, yakni dapat menjadi bahan resapan air yang baik guna
menambah cadangan air bawah tanah. Karena sifatnya yang mampu menyerap
air, jenis keramik ini juga cocok untuk sistem drainase, khususnya di
wilayah perkotaan.
Setidanya ada 3 jenis bahan yang digunakan untuk membuat keramik
ramah lingkungan yang satu ini. Ketiga bahan tersebut meliputi bahan
agregat, bahan pengikat, dan bahan pelebur.
- Bambu
Bahan bangunan yang ramah lingkungan tak hanya berasal dari
produk-produk inovasi semata. Beberapa produk mentah yang biasa
ditemukan di alam juga dapat menjadi bahan bangunan ramah lingkungan.
Tak hanya ramah lingkungan, bahan-bahan ini juga mudah ditemukan. Bambu
adalah salah satu contohnya. Bahan yang satu ini dapat diaplikasikan
untuk banyak hal mulai dari dinding, rangka atap, lantai parket, talang
air, pagar, plafon, hingga tiang. Material ini juga banyak digunakan
untuk bahan furniture. Selain itu, bambu juga cukup mudah dibudidayakan.
- Batu Bata
Material bangunan yang banyak digunakan untuk membangun rumah ini
ternyata juga masuk dalam jajaran bahan bangunan ramah lingkungan.
Proses pembuatannya juga tidak banyak mengeksploitasi alam. Selain itu,
batu bata juga dapat menyerap hawa panas. Itulah kenapa rumah yang
dibangun dengan batu bata umumnya terasa cukup dingin, terlebih jika
susunan batu batanya tidak dipelur.
- Geopolimer
Bahan bangunan yang satu ini memiliki karakter yang serupa dengan
semen dan terbentuk dari campuran bahan non organik yang dipolimerisasi.
Geopolimer juga mampu mengurangi emisi gas rumah kaca. Dari segi
kekuatan, tak ada yang perlu diragukan lagi dari material jenis ini.
Daya tahan geopolimer bahkan lebih tinggi daripada semen. Dengan semua
keunggulan yang dimiliki oleh bahan bangunan ramah lingkungan ini,
geopolimer bisa menjadi pilihan untuk membangun rumah ramah lingkungan.
Rumah yang ramah lingkungan dapat dibangun oleh siapa saja. Meski
terkesan mahal di awal, efek jangka panjangnya akan jauh lebih
menguntungkan. Semoga rekomendasi bahan bangunan ramah lingkungan ini
bermanfaat J
sumber: link://
Tidak ada komentar:
Posting Komentar